Hukum mengucapkan Selamat natal, Simak tulisan ini

*"🎎😘.SILAHKAN YANG MAU UCAPKAN SELAMAT NATAL.🎭😉"*
(Oleh : Ust.Yusuf Mansur)
Bertahun-tahun biasanya kujawab secara offline tentang 25 Desember dan 1 Januari...
Karena menghargai beberapa relasiku yang berprofesi sebagai misionaris...
Mereka tahu dakwahku tapi kami saling menghargai...
Mohon maaf setulusnya, bila tulisan ini akan tidak disukai sebagian dari sahabat-sahabat muslim...tapi sudah saatnya harus dijelaskan terbuka secara ilmu ke-TAUHID-an..

Membaca berita seorang muslim modern menantang *Ustadz  Yusuf Mansur* (Official) untuk menunjukan dalil pelarangan mengucapkan SELAMAT NATAL...
Berharap tulisan ini bukan hanya menjawab tantangannya, tetapi untuk diketahui saudaraku muslimin dan muslimat *yang tidak ingin syahadatnya gugur..*

Kupasan berdasarkan ilmu TAUHID...
🗣Bila kita mengucapkan...
... kalimat *SELAMAT ULANG TAHUN* kepada seseorang, berarti *kita mengakui*  bahwa dia lahir di tanggal itu..

🗣Bila kita mengucapkan...
...kalimat *SELAMAT ATAS PELANTIKAN JABATAN,* berarti kita mengakui *dirinya sebagai pejabat baru...*

🗣Bila kita mengucapkan...
...kalimat *SELAMAT ATAS KEMENANGAN PERTANDINGAN,* berarti kita *mengakui lawan sebagai pemenang...*

Ternyata kata *SELAMAT* bermakna *PENGAKUAN*

Kalau banyak pertanyaan, bukankah mengucapkan *SELAMAT NATAL* hanya merupakan sebuah *ucapan* saja...

*⚠Wahai saudaraku,❗*
...Seorang muslim dinilai dari *ucapannya...*

Bukankah *SYAHADAT* juga hanya *UCAPAN..?*
..tapi mengapa setelah berucap *SYAHADAT* ...seseorang menjadi  *muslim...?*

Bukankah *BISMILLAH* juga *hanya UCAPAN..?*
..tapi mengapa hewan yang disembelih *tanpa mengucap BISMILLAAH, dagingnya haram* dimakan...?

Bukankah *AQAD NIKAH* juga hanya  *UCAPAN..?*
..tapi mengapa *setelah diucapkan, suami halal menggauli istri* ...

Bukankah kata CERAI juga hanya UCAPAN..?
..tapi mengapa bila suami mengucapkan kata ini terhadap istrinya baik secara bercanda maupun tidak, maka akan jatuh hukum CERAI bagi istrinya...

Saat kita mengucapkan SELAMAT NATAL dan TAHUN BARU, atau hari raya agama lain, disitulah awal kita MENGAKUI keberadan Tuhan lain yang berarti kita mengakui adanya beberapa Tuhan.
Berarti sudah tidak sesuai dengan SYAHADAT yang diucapkan dan Surat Al Ikhlas ayat 1 serta beberapa ayat lainnya.
Padahal meng-ingkari 1 AYAT QUR'AN saja...sudah dikategorikan sebagai orang kafir yang sebenar-benarnya...

"Merekalah orang-orang yang kafir sebenar-benarnya..."
[ Qur'an Surat An Nisa (4) ayat 151 ]

Inilah ayat-ayat yang menegaskan TERHAPUSNYA SYAHADAT yang pernah diucapkan dikarenakan ucapan selamat hari raya umat lain...

Sesungguhnya telah KAFIR lah orang-orang yang berkata/mengakui, "Sesungguhnya ALLAH ialah Al Masih putra Maryam, padahal Al Masih sendiri berkata " Hai Bani Israil, sembahlah ALLAH Tuhan-ku dan Tuhan-mu..."
[ Qur'an Surat Al Maidah (5) ayat 72 ]

"...Janganlah kamu mengatakan TUHAN itu tiga, berhentilah dari ucapan itu. Itu lebih baik bagimu. Sesungguhnya ALLAH Tuhan yang Maha Esa. Maha Suci ALLAH dari mempunyai anak..."
[ Qur'an Surat An Nisa (4) ayat 171 ]

"Dan mereka berkata, "Tuhan yang maha pemurah mempunyai anak". Sesungguhnya kamu telah mendatangkan sesuatu perkara yang sangat MUNKAR"
[ Qur'an Surat Maryam (19) ayat 88-89 ]

Saudaraku umat Nasrani dan para pendeta,
Perbedaan kita hanya pada nabi Isa, padahal bagi kami Nabi Isa adalah salah satu Rasul yang utama.
Maafkan jika menyinggung hati, tapi sungguh telah terbukti dalam Sejarah, bahwa tanggal 25 Desember itu hari kelahiran Janus dan Mitra, Sang Dewa Matahari.
Bunda Maryam melahirkan Nabi Isa disaat pohon kurma berbuah, yang berarti disaat musim panas tetapi 25 Desember adalah musim dingin...

Wahai para pendeta dan missionaris...
Kamipun meng-imani Injil yang diturunkan kepada Nabi Isa...
Bahkan Nabi kami, Muhammad memiliki paman dari istri yang seorang pendeta  nasrani bernama Waraqah...
Jadi Islam sangat paham bagaimana toleransi yang benar...

Wahai para penganut nasrani.
Silakan saja rayakan natal sesuai keyakinan...
Karena bagi kami..."UNTUKMULAH AGAMAMU dan UNTUKULLAH AGAMAKU"

Tapi tegas kusampaikan.
Jangan paksa pegawai muslim berpakaian santa.
Sebagaimana kami tidak pernah pula memaksa para misionaris menggunakan peci dan sorban disaat Iedul Fitri...

Jangan paksa undang pejabat muslim hadiri natal di gereja...
Sebagaimana kami tidak pernah memaksa para pendeta hadir pada Sholat Iedul Fitri...

🤗Saudaraku umat muslim,
*Silakan saja ucapkan SELAMAT NATAL* ..
Silakan saja gunakan topi Santa...

*⚠Tapi jangan menyesal ...*
👌🏼bila sholat kita batal.
👌🏼mati pun bukan sebagai muslim
*Karena SYAHADAT KITA SUDAH GUGUR...*

🙏🏼Saudaraku,
📖Kajilah Qur'an......karena semua pertanyaan hidup sudah ada jawabannya didalam.

Kalau penjelasan panjang ini masih meragukan hati...
Periksa saja SHOLAT SHUBUH kita, apakah sudah berjama'ah di masjid setiap hari..?

Semoga bermanfaat.

Wassalamu'alaykum..

Sebarkan Status Ini...! Ini Merupakan Kepedulian Kita akan aqidah Ummat Islam..!

Membagikan = Peduli
Tidak Membagikan =  Tidak Peduli

Salam #Tauhid

Related Posts:

Kisah sabahat umar dan persaudaraan kaum muslim

Sahabat umar adalah salah satu sahabat terbaik yang dimikiki oleh nabi Muhammad Saw. Ketegasan dan berlaku adilnya beliau menjadikan beliau salah satu pemimpin terbaik setelah sahabat abu bakar. Banyak kisah kisah tentang kepribadian yang baik dan bisa di jadikan suri tauladan. Sahabat umar yang terkenal galak dan tak pernah ragu ragu dalam mengambil sebuah keputusan. Pada akhirnya harus berfikir dua kali atas sebuah kejadian yang di ceritakan di bawah ini.

Suatu hari, Umar sedang duduk di bawah pohon kurma dekat Masjid Nabawi. Di sekelilingnya, para sahabat sedang asyik mendiskusikan sesuatu. Rutinias seperti inilah yang sering di gunakan oleh sahabat umar ra untuk mengetahui permasalahan permasalahan umat dan kaum muslimin.  Disaat sedang berdiskusi asik asiknya lalu.

Tiba-tiba datanglah 3 orang pemuda. Dua pemuda memegangi seorang pemuda lusuh yang diapit oleh mereka. Mereka berdua harus memegang kedua tangan pemuda lusuh agar segera menghadap sahabat umar ra.

Ketika sudah berhadapan dengan Umar, kedua pemuda yang ternyata kakak beradik itu berkata :
"Tegakkanlah keadilan untuk kami, wahai Amirul Mukminin!" dengan berkata lantang salah satu kakak adik ini berkata

"Qishashlah pembunuh ayah kami sebagai had atas kejahatan pemuda ini !". Saudara yang satunya lagi seakan menegaskan bahwa mereka berdua sedang dirundung masalah dan harus meminta pertanggung jawaban atas yang telah berlangsung dengan meninggalnya di bacok petani tetangga sebelah.

Umar segera bangkit dan berkata :
"Bertakwalah kepada Allah, benarkah engkau membunuh ayah mereka, wahai anak muda?"

Pemuda lusuh itu menunduk sesal dan berkata :
"Benar, wahai Amirul Mukminin."

"Ceritakanlah kepada kami kejadiannya.", tukas Umar.

Pemuda lusuh itu kemudian memulai ceritanya :

"Aku datang dari pedalaman yang jauh, kaumku memercayakan aku untuk suatu urusan muammalah untuk kuselesaikan di kota ini. Sesampainya aku di kota ini, ku ikat untaku pada sebuah pohon kurma lalu kutinggalkan dia (unta). Begitu kembali, aku sangat terkejut melihat seorang laki-laki tua sedang menyembelih untaku, rupanya untaku terlepas dan merusak kebun yang menjadi milik laki-laki tua itu. Sungguh, aku sangat marah, segera ku cabut pedangku dan kubunuh ia (lelaki tua tadi). Ternyata ia adalah ayah dari kedua pemuda ini."

"Wahai, Amirul Mukminin, kau telah mendengar ceritanya, kami bisa mendatangkan saksi untuk itu.", sambung pemuda yang ayahnya terbunuh.

"Tegakkanlah had Allah atasnya!" timpal yang lain.

Umar tertegun dan bimbang mendengar cerita si pemuda lusuh.

"Sesungguhnya yang kalian tuntut ini pemuda shalih lagi baik budinya. Dia membunuh ayah kalian karena khilaf kemarahan sesaat", ujarnya.

"Izinkan aku, meminta kalian berdua memaafkannya dan akulah yang akan membayarkan diyat (tebusan) atas kematian ayahmu", lanjut Umar.

"Maaf Amirul Mukminin," sergah kedua pemuda masih dengan mata marah menyala,

"Kami sangat menyayangi ayah kami, dan kami tidak akan ridha jika jiwa belum dibalas dengan jiwa".

Umar semakin bimbang, di hatinya telah tumbuh simpati kepada si pemuda lusuh yang dinilainya amanah, jujur, dan bertanggung jawab.

Tiba-tiba si pemuda lusuh berkata :
"Wahai Amirul Mukminin, tegakkanlah hukum Allah, laksanakanlah qishash atasku. Aku ridha dengan ketentuan Allah", ujarnya dengan tegas.

"Namun, izinkan aku menyelesaikan dulu urusan kaumku. Berilah aku tangguh 3 hari. Aku akan kembali untuk diqishash".

"Mana bisa begitu?", ujar kedua pemuda yang ayahnya terbunuh.

"Nak, tak punyakah kau kerabat atau kenalan untuk mengurus urusanmu?", tanya Umar.

"Sayangnya tidak ada, Amirul Mukminin".
"Bagaimana pendapatmu jika aku mati membawa hutang pertanggung jawaban kaumku bersamaku?", pemuda lusuh balik bertanya kepada Umar.

"Baik, aku akan memberimu waktu tiga hari. Tapi harus ada yang mau menjaminmu, agar kamu kembali untuk menepati janji." kata Umar.

"Aku tidak memiliki seorang kerabatpun di sini. Hanya Allah, hanya Allah-lah penjaminku wahai orang-orang beriman", rajuknya.

Tiba-tiba dari belakang kerumunan terdengar suara lantang :
"Jadikan aku penjaminnya, wahai Amirul Mukminin".

Ternyata Salman al-Farisi yang berkata.

"Salman?" hardik Umar marah.
"Kau belum mengenal pemuda ini, Demi Allah, jangan main-main dengan urusan ini".

"Perkenalanku dengannya sama dengan perkenalanmu dengannya, yaa, Umar. Dan aku mempercayainya sebagaimana engkau percaya padanya", jawab Salman tenang.

Akhirnya dengan berat hati, Umar mengizinkan Salman menjadi penjamin si pemuda lusuh. Pemuda itu pun pergi mengurus urusannya.

Hari pertama berakhir tanpa ada tanda-tanda kedatangan si pemuda lusuh. Begitupun hari kedua. Orang-orang mulai bertanya-tanya apakah si pemuda akan kembali. Karena mudah saja jika si pemuda itu menghilang ke negeri yang jauh.

Hari ketiga pun tiba. Orang-orang mulai meragukan kedatangan si pemuda, dan mereka mulai mengkhawatirkan nasib Salman, salah satu sahabat Rasulullah S.A.W. yang paling utama.

Matahari hampir tenggelam, hari mulai berakhir, orang-orang berkumpul untuk menunggu kedatan
gan si pemuda lusuh. Umar berjalan mondar-mandir menunjukkan kegelisahannya. Kedua pemuda yang menjadi penggugat kecewa karena keingkaran janji si pemuda lusuh.

Akhirnya tiba waktunya penqishashan. Salman dengan tenang dan penuh ketawakkalan berjalan menuju tempat eksekusi. Hadirin mulai terisak, karena menyaksikan orang hebat seperti Salman akan dikorbankan.

Tiba-tiba di kejauhan ada sesosok bayangan berlari terseok-seok, jatuh, bangkit, kembali jatuh, lalu bangkit kembali.

”Itu dia!” teriak Umar.
“Dia datang menepati janjinya!”.

Dengan tubuhnya bersimbah peluh dan nafas tersengal-sengal, si pemuda itu ambruk di pangkuan Umar.

”Hh..hh.. maafkan.. maafkan.. aku, wahai Amirul Mukminin..” ujarnya dengan susah payah,
“Tak kukira... urusan kaumku... menyita... banyak... waktu...”.
”Kupacu... tungganganku... tanpa henti, hingga... ia sekarat di gurun... Terpaksa... kutinggalkan... lalu aku berlari dari sana..”

”Demi Allah”, ujar Umar menenanginya dan memberinya minum,

“Mengapa kau susah payah kembali? Padahal kau bisa saja kabur dan menghilang?” tanya Umar.

”Aku kembali agar jangan sampai ada yang mengatakan... di kalangan Muslimin... tak ada lagi ksatria... menepati janji...” jawab si pemuda lusuh sambil tersenyum.

Mata Umar berkaca-kaca, sambil menahan haru, lalu ia bertanya :
“Lalu kau, Salman, mengapa mau- maunya kau menjamin orang yang baru saja kau kenal?"

Kemudian Salman menjawab :
" Agar jangan sampai dikatakan, dikalangan Muslimin, tidak ada lagi rasa saling percaya dan mau menanggung beban saudaranya”.

Hadirin mulai banyak yang menahan tangis haru dengan kejadian itu.

”Allahu Akbar!”, Tiba-tiba kedua pemuda penggugat berteriak.

“Saksikanlah wahai kaum Muslimin, bahwa kami telah memaafkan saudara kami itu”.

Semua orang tersentak kaget.

“Kalian...” ujar Umar.
“Apa maksudnya ini? Mengapa kalian..?” Umar semakin haru.

Kemudian dua pemuda menjawab dengan membahana :
”Agar jangan sampai dikatakan, di kalangan Muslimin tidak ada lagi orang yang mau memberi maaf dan sayang kepada saudaranya”.

”Allahu Akbar!” teriak hadirin.

Pecahlah tangis bahagia, haru dan sukacita oleh semua orang.
MasyaAllah..., saya bangga menjadi muslim bersama kita ksatria-ksatria muslim yang memuliakan al islam dengan berbagi pesan nasehatnya untuk berada dijalan-Nya..
Allahu Akbar .

*SILAHKAN DI BAGIKAN, JANGAN SAMPAI KISAH MULIA INI TERPUTUS DITANGAN ANDA ... !*

Related Posts:

Kisah Nabi Huud as

Setelah kita sudah membaca tentang kisah nabi sebelumnya maka untuk postingan kesempatan ini masih kembali bercerita soal kisah para nabi dan rosul. Dan untuk kesempatan ini kita bercerita lagi soal sejarah nabi, baiklah kita lanjut.

Kisah Nabi Huud as
"Aad" adalah nama bapa suatu suku yang hidup di jazirah Arab di suatu tempat bernama "Al-Ahqaf" terletak di utara

Related Posts:

Tangisan Ahok


kenapa engkau menangis di hadapan hakim pengadilan bukankah di belakangmu orang orang kuat di negeri ini.Bahkan di belakang mu ada berbagai kekuatan kekuatan yang selama ini menjadikan diri mu sombong tak berujung.

ingatkah kau kepada ribuan ibu2 bapak2 tua renta beserta keluarganya bertahun2 lahir dan besar di tanah itu, Ingatkah dengan bangga kau mengusir dan menggusur mereka tanpa memberikan solusi dan ganti rugi.

engkau gusur dan kau campakkan dengan dalih ini tanah negara padahal mereka juga warga negara ini ,Padahak mereka juga bisa di tata dan di berikana jalan keluar. Tapi engkau usir dan suruh mereka untuk tinggal di rumah susun yang kau buat dengan harga sewa yang semakin hari semakin membuat mereka tak sanggup untuk membayarnya.

engkau caci maki banyak orang dengan segala tingkah kesombonganmu. Kata serapah dan kata kata kotor keluar dari mulut mu yang bau dan penuh najis. Kini kesombongan mu di uraikan dengan airmata yang tiada guna. Kini kesombonganmu yang menjadikan dirimu hina, dan kini kesombongan mu yang akan menjadikan nusantara kembali jaya dengan bersatunya umat islam.

air mata kepalsuan yang lahir dari ketidak tulusan hati dan keburukan akhlak ......tiada maaf bagimu ahok.. kau harus mendekam dipenjara bersama kecoak2 yg menemanimu. Kini saatnya penguasa zalim dan anarkis di hinakan dengan menyandang status si penista agama.

Related Posts:

Berkah Penuntut Ilmu

Kemahiran Ketrampilan dan Totalitas setan atau Iblis dalam menjerumuskan dan menggoda manusia menjadikan mereka mereka banyak trik, cara dan senjata. Liciknya mereka adalah senjata paling canggih yang di pergunakian Iblis atau setan. Senjata mereka di rancang dan di rencanakan disesuaikan dengan tingkat keimanan seseorang. Akibatnya banyak manusia yang terdiri dari berbagai golongan, kalangan, uisia dengan mudah terjebak dan termakan rayuan dan bujukan setan dengan variasi senjatanya.

Lihatlah berapa banyak maksiat dan perbuatan dosa yang di lakukan justru oleh orang orang yang mempunyai banyak Ilmu, Bahkan banyak juga yang mempunyai Ilmu agama ikut terjerumus dan masuk dalam kubangan dosa. Hal ini disebabkan oleh lihai dan cerdiknya setan atau iblis dalam mempergunakan senjata senjatanya untuk menyerang kelemahan ikan, Setan dan iblis telah membungkus perbuatan perbuatan maksiat tersebut dengan rapi, indah, menggiurkan dan terencana. Hingga hampir tak ada lagi satu bentuk atau wujud dari kemaksiatan tersebut setelah di permak habis oleh Setan dan sekutunya. Hingga mata manusia pun di buatnya buta, telinga tak bisa mendengar dan hati sudah tak bisa merasa. Kadang pula logika logika kita telah mendustakan realita kebenaran kebenaran  dimana yang dusta di anggap benar dan yang benar dianggap dusta.

Ironisnya, Suatu saat nanti ketika manusia yang terkena bujuk rayu setan itu mengingkan dan menuntut apa yang telah dijanjikan setan tersebut kepadanya, dengan sombong setan akan menghinakan pengikutnya dan merasa tidak bersalah.

Karenannya, Berkahnya sebuah usaha mencari ilmu bukan diukur dari seberapa banyak orang mampu memahami ilmu ilmu yangdipelajarinya.Tetapi sejauh mana seseorang memahami hakikat sebuah ilmu kemudian mengaflikasinya.


Related Posts:

Kebakaran Israel Patut Untuk Di Rayakan

Bismillahirahmannirrohim
Allah berfirman yang artinya " Dan di hari itu, bergembiralah orang orang mukmin. Karena pertolongan ALLAH. Dia menolong siapa yang di kehendaki-Nya. Dan Dialah maha perkasa lagi maha penyayang " (QS. Ar-ruum : 4- 5 ).

Kaum Muslimin layak bergembira dengan bencana dan azab yang telah di berikan Allah kepada negeri zionis, negeri laknatullah dan negeri penyiksa saudara kita di palestina. Ini bukan hanya sekedar kegembiraan yang wajar di lakukan oleh manusia tetapi ini adalah suatu kebahagian yang benar dan sejalan dengan syariat atau perintah allah. Karena Turnnya Azab Allah atas dasar keadilan. Sebab Allah mustahil berbuat zalim terhadap Mahluk - Nya. Dan kebakaran di Israel setidaknya menjadikan bangsa ini sengsara dan penuh derita.

Sudah memasuki minggu ke dua kebakaran negeri zionis ini tanpa adanya pemberitaan dari media media. Karena media tahu apabila kebakaran tersebut di tayangkan maka bisa dipastikan bahwa Israel sesungguhnya adalah negara yang lemah. Dan dengan sikap yang baik palestina yang selama ini teraniaya juga ikut membantu memadamkan api yang sudah seperti neraka di israel.

Palestina sudah membuktikan diri bahwa Islam adalah agama damai dan islam adalah agama penolong. Walau terjajah oleh Israel tetapi Palestina masih bisa berjuang dan merdeka. Kebahagian kebahagian atas kebakaran di wilayah Israel setidaknya menjadi trending topik dengan hastag #IsraelBurning. Bahkan komentar komentar para netizen sangat berharap agar kebakaran itu bisa melenyapkan dan menghilangkan negara israel untuk selamanya.

Kebakaran hebat yang di mulai dari terbakarnya hutan kini bisa meluluhlantakan gedung dan rumah rumah warga Israel.Kuatnya angin dan minimnya curah hujan menjadikan kebakaran tersebut semakin menjadi jadi. Dan bisa di pastikan apabila israel tidak di bantu negara seperti Palestina dan Turki di pastikan Israel akan lenyap oleh kebakaran tersebut. Ketika ALLAH berkehendak menghanguskan negara yahudi ini maka tidak ada yang bisa menghentikan- Nya.

Kebakaran Hebat ini terjadi setelah Israel melarang adanya Adzan di masjidil AQSO dan akan mendenda setiap masjid yang mengumandangkan adzan dengan besarnya denda 200 dollar setiap Adzan yang di kumandangkan. Semoga kebakaran ini akan terus berlangsung di negeri zionis ini. AMIN

Related Posts:

Jelang Aksi Bela ISLAM III, Belajar dari Kafilah Ciamis


Ketika semua PO. Bus dilarang membawa peserta aksi, mereka tak patah arang. Semangat mereka tetap membara. Tak ada Bus, maka jalan kaki pun menjadi solusi. Demi membela agama Allah, demi membela Rasullah, demi membela alquran mereka rela berpanas panasan dan bercucuran keringat. Mungkin Pengorbanana mereka akan jauh lebih besar apabila kesabaran mereka para mujahid dari ciawi sudah memuncak bahkan nyawa pun akan di korbankan.

Aksi jalan kaki menuju Jakarta ini membuka mata semua pihak. Membuat tersentak semua orang. Menyadarkan para pembuat kebijakan bahwa ternyata arus itu begitu besar dan tak mungkin dibendung lagi. Bagi pelindung dan pembela si penista Agama tak ada kata yang bisa untuk mengelak dan menutupi nutupi si mulut jamban ini. Bahkan fitnah si penista agama yang begitu keji bahwa para mujahid ini di bayar itu juga harus di proses secara hukum. Bagaimana mereka di bayar dan berapa bayarannya untuk ribuan umat islam yang dengan ikhlas mengeluarkan harta benda sendiri, meninggalkan anak istri demi menjaga dan membela Islam.
 
Setelah kafilah para Mujahid Ciamis itu berangkat, tak berapa lama kemudian Kapolri mencabut larangan PO Bus utk mengangkut para mujahid itu. Sungguh ancaman yang tak membuat gentar para mujahid dari ciamis ini. Jangan di larang menggunakan Bus, Di hadang Tank tank pun insya allah mereka akan melawan.

Kemudian berbagai bus yang tadinya menolak, akhirnya menjemput para peserta aksi damai 212 itu.

Tercatat PO. Budiman, PO Doa Ibu, PO Merdeka, PO Aladin, TNI dll menjemput para peserta aksi itu utk pulang kembali ke Ciamis dulu. Dan sbg bentuk permintaan maaf, mereka berjanji akan mengantarkan para peserta aksi itu ke Jakarta secara gratis. Mereka berencana berangkat ke Jakarta pada hari Kamis siang.

Masya Alloh, kisah yg indah sekali, happy ending....

Ibrah yg sangat berharga. Bahwa kewajiban kita hanyalah berusaha semaksimal mungkin. Perkara hasil, maka Alloh-lah yg menentukan. Usaha kita sementara adalah menunutut agar keadilan tegak di NKRI. Dan Umat Islam sudah berkomitmen tidak ada tempat bagi penista dan penghina agama. Baik itu menistakan agama kristen, budha, hindu dan islam maka wajib untuk di hukum dan di masukan dalam penjara.

Semoga pahala senantiasa terlimpah mengalir untuk para kafilah Ciamis. Berkat perjuangan mereka, akhirnya daerah lain bisa menggunakan bus, alhamdulillah....

Intanshurulloha yansurkum wayutsabit aqdamakum.
Jika engkau menolong agama Alloh, niscaya Alloh akan menolongmu. Dan akan meneguhkan kedudukanmu di muka bumi.

Related Posts:

Perjalanan Panjang Kehidupan Manusia di Tujuh Alam



Dalam perjalanan hidupnya manusia akan melalui 7 tahap perjalanan hingga akhirnya mendapat kemenangan bertemu dengan Allah di surga atau terpuruk dilembah neraka. Tiap tahap ditempuh dalam waktu yang berbeda mulai dari hitungan beberapa bulan hingga ribuan tahun. Inilah ketujuh alam yang telah, sedang dan akan dilalui oleh setiap manusia.

Related Posts:

Keindahan Masjid UMMAYAD - DAMASKUS ( SURIAH )

Keagungan masjid dan situs situs sejarah di kota negeri para ulama kini luluh lantah oleh konflik berkepanjangan, dan pelak lagi korban yang paling banyak dan menderita adalah rakyat kecil. Dan keberadaan situs situs Semisal Masjid adalah suatu keharusan karena masjid bukan di miliki oleh umat islam di suriah tetapi umat islam di seluruh dunia.

Masjid Ummayad adalah simbol religi di kota damaskus dan kota para ulama ini. masjid yang sudah berdiri megah memiliki sejarah yang sangat banyak. Bangunan masjid pada awal nya di gunakan oleh suku atau bangsa ARAM. Di mana Bangsa aram adalah penyembah Dewa semitik Hadad Yaitu dewa bangsa arab kuno sejak 3000 Tahun sebelum Masehi.

Diawal masehi Tempat ini berubah kembali menjadi tempat penyembahan dewa Jupiter pada zaman Romawi. Dan pada perkembangan Agama Kristen pada abad 4 Masehi di damaskus tempat ini berubah menjadi sebuah gereja. Dan nama Gereja tersebut adalah ST. John the Baptist Basilica. Dan Nama John the Baptist adalah Nabi yahya As. Nabi umat islam.

600 Tahun kemudian Islam memasuki Kota Damaskus dan Islam menduduki Damaskus dengan sepenuhnya. Saat itu bangunan Masjid Ummayad di bagi dua peruntukannya. Sebelah sisi timur adalah Masjid dan di sebuah barat di peruntukan gereja. Di bolehkannya kristen bisa menggunakan fasilitas tersebut karena islam adalah agama yang mencintai alam semesta. Agama yang cinta damai dan menghargai perbedaan.

Disaat Umat islam mengumandangkan adzan dan umat kristen membunyikan lonceng dan kondisi ini berlangsung cukup lama. Pada tahun 705 Masehi oleh pemerintahan islam saat itu kebutuhan akan masjid yang besar menjadi pertimbangan. Dan karena toleransinya umat islam maka umat kristen di ajak untuk berdiskusi dan bermusyawarah. Tidak mentang mentang sebagai penguasa langsung main usir atau main gusur. Islam masih mengedepankan Etika dan rasa sling menghormati.

Maka akibat pertemuan tersebut akhirnya umat kristen meninggalkan Bangunan masjid ummayad dan sebagai gantinya mereka di perbolehkan untuk memebangun gereja dimana pun dan sebesar apapun. Saat itu terjadi damaskus di bawah khalifah AL walid Bin Abdul Malik. Pembangunan masjid  yang megah dan besar memakan waktu sampai 10 tahun. Dan Masjid ini berukuran panjang 150 meter dan lebar 100 meter. 

Kekuasaan dinasti  Abbasiyah atas Suriah mulai runtuh pada awal abad ke-10, dan dalam dekade berikutnya, dikuasai oleh dinasti Fatimiyah Mesir, yang menganut  Syiah,  yang menaklukkan Damaskus pada 970M,  Keberadaan Masjid Umayyah memungkinkan penduduk Damaskus untuk menjadikannya sebagai pusat intelektualisme Sunni, yang memungkinkan mereka untuk mempertahankan kemerdekaan Islam  dari otoritas keagamaan Syiah Fatimiyah .Pada tahun 1069, sebagian besar dari masjid, khususnya dinding utara, hancur. dalam kebakaran sebagai akibat dari pemberontakan oleh warga muslim  terhadap Syiah Fatimiyah dengan kekuatan tentaranya. Muslim Sunni dari Seljuk Turki kembali menguasai kota Damaskus pada tahun 1078 M dan mengembalikan aturan kekhalifahan Abbasiyah. Raja Seljuk  Tutush ( 1079-1095) memprakarsai perbaikan kerusakan yang disebabkan oleh kebakaran di tahun 1069M.

Pada tahun 1082, Abu Nasr Ahmad bin Fadl, membangun pusat kubah dan  dikembalikan dalam bentuk yang lebih spektakuler;.Pada tahun 1113M , Sharaf al-Din Mawdud (1109-1113), terbunuh di Masjid Umayyah,  sebagai konflik antara muslim Damaskus dan Tentara Salib yang bertempur sengit di pertengahan 1100-an, masjid ini digunakan sebagai titik kumpul utama untuk menyerukan umat Islam mempertahankan kota Yerusalem dan agar kembali ke tangan Islam. Imam terkemuka, termasuk Ibnu ‘Asakir, mengobarkan jihad (“perjuangan suci”) dan ketika Tentara Salib maju ke arah Damaskus tahun 1148, penduduk kota bergerak akan panggilan jihad,. Tentara Salib mundur sebagai akibat dari perlawanan mereka.

entara Mongol, di bawah kepemimpinan Kitbuqa, yang berkomplot dengan pasukan Tentara Salib, merebut Damaskus dari Ayyubiyah di 1260. Bohemond VI dari Antiokhia, seorang jenderal terkemuka di invasi tersebut , memerintahkan Misa Katolik diadakan di Masjid Umayyah [36] Namun, kerajaan Mamluk, yang dipimpin oleh Qutuz dan Baibars, berhasil merebut kendali atas kota Damaskus di tahun yang sama.Pada 1285, salah seorang sarjana Muslim terkemuka ,  Ibn Taimiyah mulai mengajar tafsir Qur’an di masjid. Ketika Mongol Il-Khan  menyerang kota itu pada 1300, Ibn Taymiyyah mengobarkan jihad, serukan warga Damaskus untuk melawan  mereka. Akhirnya dinasti Mamluk di bawah Qalawun berhasil mengusir Mongol pada  akhir tahun itu juga.

Dan menurut sejarah juga di masjid inilah akan di jadikan tempat turunnya Nabi Isa As. Sabagi petanda bahwa Kiamat akan segera mendekat.

Related Posts:

Imam Ibnu Qudamah sahabat salahuddin penakluk yerusalem

Salahudin Al Ayyubi
Kemasyhuran salahudin al-Ayyubi penakluk yerusalem, menumpas tentara salib dan membersihkan bumi quds dari najis dan kotopran mereka sudah sangatlah terkenal. Tetapi di balik sebaik baiknya kepemimpinan salahuddin al Ayyubi ada salah satu sahabatnya dan mujahid yang sangat termasyur juga di bidang ilmu fiqih. Bahkan Syaikhul islam ibnu taimiyah berkata " Setelah al-auza'i, tidak ada orang yang masuk ke negeri syam yang lebih mapan di bidang fiqih melebihi Al- Muwaffaq" 

Yah nama Beliau adalah Imam - Muwaffaqiq atau imam ibnu qudammah yang merupakan juga salah satu murid dari imam syaikh Abdul qodir jaelani rahimahullah di Baghdad. Beliau berhijrah ke lereng bukit Ash- Shaliya di damaskus saat menjelang kelahiran beliau. Ayahnya seorang yang tinggal di palestina di karenakan palestina di kuasai oleh orang kafir nasrani sehingga beliau akhirnya berhijrah. Disaat masa hijrahnya itulah sang imam ibnu qudamah belajar ilmu ilmu dasar dan menghafal alquran. Beliau juga hapal tentang kitab Mukhtasar Al khiraqi ( Fiqih Madzab Imam ahmad bin hambali ) dan kitab kitab lainnya.
 
Disaat beliau belajar bersama syekh abdul qodir jaelani, saat itu syekh berumur 90 tahun. Imam ibnu qudamah kembali mempelajari secara teliti dan mendalam kitab fiqih mukhtasar Al khiraqi. Dan di saat wafat nya syekh abdul kodir, Imam Qudamah masih menjadi muridnya. Beliau tinggal di Baghdad selama 4 tahun dan beliau masih mengaji tentang hukum fiqih. Selain itu Beliau juga mengaji ilmu hadist selama setahun setelah beliau pulang ke damaskus dan kembali ke Baghdad. Beliau berguru langsung dengan sanadnya dari ABdul fath Ibn Al manni. Dan setelah setahun beliau kembali lagi ke damaskus.

Beliau Mengikuti jejak As salaf dalam masalah aqidah, Kezuhudan, dan ke wara'an. Beliau sangat pemalu dan menjauh dari gemerlapnya dunia. Belaiau sosok yang pemaaaf tetapi beliau juga seorang mujahid sejati. beliau tidak ingin agama nya di hina dan di lecehkan. Belaiu bisa menjadi macan yang garang di saat di medan perang. Dan beliau adalah salah satu teman dari sebaik- sebaiknya seorang pemimpin dan beliau hidup di sebaik baiknya suatu kaum.

Imam Ibunu Qudamah wafat pada hari sabtu, tepat dimana umat islam merayakan kemenangan di idul fitri tahun 629 Hijriyah. Beliau dimakamkan di kaki gunung qasiun di shalihiya, Di  sebuah lereng di atas masjid jami terbesar opengikut mazhab hambali " Jami Al Hanabilah ". Beliau meninggalkan suatu karya besar tentang ilmu fiqih madzab hambali dengan nama kitab Al Mughni syarh Mukhtasar Al Khiraqi. Semoga beliau di tempat kan di surganya ALLAH. Amin
 



Related Posts:

Perjalanan hidup Menuju Kehidupan

Kehidupan manusia merupakan perjalanan panjang, melelahkan, penuh liku-liku, dan melalui tahapan demi tahapan. Berawal dari alam arwah, alam rahim, alam dunia, alam barzakh, sampai pada alam akhirat yang berujung pada tempat persinggahan terakhir bagi manusia, surga atau neraka. Al-Qur’an dan Sunnah telah menceritakan setiap fase dari perjalanan panjang manusia itu.

Al-Qur’an diturunkan Allah swt. kepada Nabi Muhammad saw. berfungsi untuk memberikan pedoman bagi umat manusia tentang perjalanan (rihlah) tersebut. Suatu rihlah panjang yang akan dilalui oleh setiap manusia, tanpa kecuali. Manusia yang diciptakan Allah swt. dari tidak ada menjadi ada akan terus mengalami proses panjang sesuai rencana yang telah ditetapkan Allah swt.


Saat ini ada dua teori yang menyesatkan orang banyak. Al-Qur’an dengan tegas membantah teori itu. Pertama, teori yang mengatakan manusia ada dengan sendirinya. Dibantah Al-Qur’an dengan hujjah yang kuat, bahwa manusia ada karena diciptakan oleh Allah swt. Kedua, teori yang mengatakan manusia ada dari proses evolusi panjang, yang bermula dari sebangsa kera kemudian berubah menjadi manusia. Teori ini pun dibantah dengan sangat pasti bahwa manusia pertama adalah Adam as. Kemudian selanjutkannya anak cucu Adam as. diciptakan Allah swt. dari jenis manusia itu sendiri yang berasal dari percampuran antara sperma lelaki dengan sel telur wanita, maka lahirlah manusia.

Rasulullah saw. semakin mengokohkan tentang kisah rihlatul insan. Disebutkan dalam beberapa haditsnya. “Jadilah kamu di dunia seperti orang asing atau orang yang sedang musafir” (HR Bukhari). Dalam hadits lain: ”Untuk apa dunia itu bagiku? Aku di dunia tidak lebih dari seorang pengendara yang berteduh di bawah pohon, kemudian pergi dan meninggalkannya” (HR At-Tirmidzi).

Alam Arwah
Manusia merupakan makhluk terakhir yang diciptakan Allah swt. Setelah sebelumnya Allah telah menciptakan makhluk lain seperti malaikat, jin, bumi, langit dan seisinya. Allah menciptakan manusia dengan dipersiapkan untuk menjadi makhluk yang paling sempurna. Karena, manusia diciptakan untuk menjadi khalifah (pemimpin) di muka bumi dan memakmurkannya.

Persiapan pertama, Allah mengambil perjanjian dan kesaksian dari calon manusia, yaitu ruh-ruh manusia yang berada di alam arwah. Allah mengambil sumpah kepada mereka sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an: Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi.” (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan).” (Al A’raf: 172).

Dengan kesaksian dan perjanjian ini maka seluruh manusia lahir ke dunia sudah memiliki nilai, yaitu nilai fitrah beriman kepada Allah dan agama yang lurus. Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah); (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. (Ar-Ruum: 30). Rasulullah saw. bersabda: “Setiap anak dilahirkan secara fitrah. Maka kedua orang tuanya yang menjadikan Yahudi atau Nashrani atau Majusi.” (HR bukhari)

Alam Rahim
Rihlah pertama yang akan dilalui manusia adalah kehidupan di alam rahim: 40 hari berupa nutfah, 40 hari berupa ‘alaqah (gumpalan darah), dan 40 hari berupa mudghah (gumpalan daging), kemudian ditiupkan ruh dan jadilah janin yang sempurna. Setelah kurang lebih sembilan bulan, maka lahirlah manusia ke dunia.

Allah swt. berfirman: “Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (ada pula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah.” (Al-Hajj: 5)

Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya seseorang dari kalian dikumpulkan penciptaannya di perut ibunya 40 hari nutfah, kemudian ‘alaqoh selama hari yang sama, kemudian mudghoh selama hari yang sama. Kemudian diutus baginya malaikat untuk meniupkan ruh dan ditetapkan 4 kalimat; ketetapan rizki, ajal, amal, dan sengsara atau bahagia.” (HR Bukhari dan Muslim)

Seluruh manusia di dunia apapun kondisi sosialnya diingatkan tentang awal kejadiannya yang berasal dari benda yang hina, yaitu sperma lelaki dan sel telur wanita. Manusia sebelumnya belum dikenal, belum memiliki kemuliaan dan kehormatan. Lalu apakah manusia akan bangga, congkak, dan sombong dengan kondisi sosial yang dialami sekarang jika mengetahui asal muasal mereka?

Setelah mencapai 6 bulan sampai 9 bulan atau lebih, dan persyaratan untuk hidup normal sudah lengkap, seperti indra, akal, dan hati, maka lahirlah manusia ke dunia dalam keadaan telanjang. Belum bisa apa-apa dan tidak memiliki apa-apa.

Alam Dunia
Di dunia perjalanan manusia melalui proses panjang. Dari mulai bayi yang hanya minum air susu ibu lalu tumbuh menjadi anak-anak, remaja dan baligh. Selanjutnya menjadi dewasa, tua dan diakhiri dengan meninggal. Proses ini tidak berjalan sama antara satu orang dengan yang lainnya. Kematian akan datang kapan saja menjemput manusia dan tidak mengenal usia. Sebagian meninggal saat masih bayi, sebagian lagi saat masa anak-anak, sebagian yang lain ketika sudah remaja dan dewasa, sebagian lainnya ketika sudah tua bahkan pikun.

Di dunia inilah manusia bersama dengan jin mendapat taklif (tugas) dari Allah, yaitu ibadah. Dan dalam menjalani taklifnya di dunia, manusia dibatasi oleh empat dimensi; dimensi tempat, yaitu bumi sebagai tempat beribadah; dimensi waktu, yaitu umur sebagai sebuah kesempatan atau target waktu beribadah; dimensi potensi diri sebagai modal dalam beribadah; dan dimensi pedoman hidup, yaitu ajaran Islam yang menjadi landasan amal.

Allah Ta’ala telah melengkapi manusia dengan perangkat pedoman hidup agar dalam menjalani hidupnya di muka bumi tidak tersesat. Allah telah mengutus rasulNya, menurunkan wahyu Al-Qur’an dan hadits sebagai penjelas, agar manusia dapat mengaplikasikan pedoman itu secara jelas tanpa keraguan. Sayangnya, banyak yang menolak dan ingkar terhadap pedoman hidup tersebut. Banyak manusia lebih memperturutkan hawa nafsunya ketimbang menjadikan Al-Qur’an sebagai petunjuk hidup, akhirnya mereka sesat dan menyesatkan.

Maka, orang yang bijak adalah orang yang senantiasa mengukur keterbatasan-keterbatasan dirinya untuk sebuah produktifitas yang tinggi dan hasil yang membahagiakan. Orang-orang yang beriman adalah orang-orang yang senantiasa sadar bahwa detik-detik hidupnya adalah karya dan amal shalih. Kehidupannya di dunia sangat terbatas sehingga tidak menyia-nyiakannya untuk hal-hal yang sepele, remeh apalagi perbuatan yang dibenci (makruh) dan haram.

Dunia dengan segala kesenangannya merupakan tempat ujian bagi manusia. Apakah yang dimakan, dipakai, dan dinikmati sesuai dengan aturan Allah swt. atau menyimpang dari ajaran-Nya? Apakah segala fasilitas yang diperoleh manusia dimanfaatkan sesuai perintah Allah atau tidak? Dunia merupakan medan ujian bagi manusia, bukan medan untuk pemuas kesenangan sesaat. Rasulullah saw. memberikan contoh bagaimana hidup di dunia. Ibnu Mas’ud menceritakan bahwa Rasulullah saw. tidur diatas tikar, ketika bangun ada bekasnya. Maka kami bertanya: “Wahai Rasulullah saw., bagaimana kalau kami sediakan untukmu kasur.” Rasululah saw. bersabda: “Untuk apa (kesenangan) dunia itu? Hidup saya di dunia seperti seorang pengendara yang berteduh di bawah pohon, kemudian pergi dan meninggalkannya.” (HR At-Tirmidzi)

Perjalanan hidup manusia di dunia akan berakhir dengan kematian. Semuanya akan mati, apakah itu pahlawan ataukah selebriti, orang beriman atau kafir, pemimpin atau rakyat, kaya atau miskin, tua atau muda, lelaki atau perempuan. Mereka akan meninggalkan segala sesuatu yang telah dikumpulkannya. Semua yang dikumpulkan oleh manusia tidak akan berguna, kecuali amal shalihnya berupa sedekah yang mengalir, ilmu yang bermanfaat, dan anak yang shalih. Kematian adalah penghancur kelezatan dan gemerlapnya kehidupan dunia. Kematian bukanlah akhir kesudahan manusia, bukan pula tempat istirahat yang panjang. Tetapi, kematian adalah akhir dari kehidupannya di dunia dengan segala yang telah dipersembahkannya dari amal perbuatan untuk kemudian melakukan rihlah atau perjalanan hidup berikutnya.

Bagi orang beriman, kematian merupakan salah satu fase dalam kehidupan yang panjang. Batas akhir dari kehidupan dunia yang pendek, sementara, melelahkan, dan menyusahkan untuk menuju akhirat yang panjang, kekal, menyenangkan, dan membahagiakan. Di surga penuh dengan kenikmatan yang belum pernah dilihat oleh mata, didengar oleh telinga, dan belum terlintas oleh pikiran manusia. Sementara bagi orang kafir, berupaya menghindar dari kematian dan ingin hidup di dunia 1.000 tahun lagi. Tetapi, sikap itu adalah sia-sia. Utopia belaka. Karena, kematian pasti datang menjumpainya. Suka atau tidak suka.

Alam Barzakh
Fase berikutnya manusia akan memasuki alam kubur atau alam barzakh. Di sana mereka tinggal sendiri. Yang akan menemaninya adalah amal mereka sendiri. Kubur adalah taman dari taman-taman surga atau lembah dari lembah-lembah neraka. Manusia sudah akan mengetahui nasibnya ketika mereka berada di alam barzakh. Apakah termasuk ahli surga atau ahli neraka. Jika seseorang menjadi penghuni surga, maka dibukakan baginya pintu surga setiap pagi dan sore. Hawa surga akan mereka rasakan. Sebaliknya jika menjadi penghuni neraka, pintu neraka pun akan dibukakan untuknya setiap pagi dan sore dan dia akan merasakan hawa panasnya neraka.

Al-Barra bin ’Azib menceritakan hadits yang panjang yang diriwayat Imam Ahmad tentang perjalanan seseorang setelah kematian. Seorang mukmin yang akan meninggal dunia disambut ceria oleh malaikat dengan membawa kafan surga. Kemudian datang malaikat maut duduk di atas kepalanya dan memerintahkan ruh yang baik untuk keluar dari jasadnya. Selanjutnya disambut oleh malaikat dan ditempatkan di kain kafan surga dan diangkat ke langit. Penduduk langit dari kalangan malaikat menyambutnya, sampai di langit terakhir bertemu Allah dan Allah memerintahkan pada malaikat: “Catatlah kitab hambaku ke dalam ’illiyiin dan kembalikan kedunia.” Maka dikembalikan lagi ruh itu ke jasadnya dan datanglah dua malaikat yang bertanya: Siapa Tuhanmu? Apa agamamu? Siapa lelaki yang diutus kepadamu? Siapa yang mengajarimu? Hamba yang beriman itu dapat menjawab dengan baik. Maka kemudian diberi alas dari surga, mendapat kenikmatan di kubur dengan selalu dibukakan baginya pintu surga, dilapangkan kuburnya, dan mendapat teman yang baik dengan wajah yang baik, pakaian yang baik, dan aroma yang baik.
Lelaki itu adalah amal perbuatannya.

Alam Akhirat (Hari Akhir)
Dan rihlah berikutnya adalah kehidupan di hari akhir dengan segala rinciannya. Kehidupan hari akhir didahului dengan terjadinya Kiamat, berupa kerusakan total seluruh alam semesta. Peristiwa setelah kiamat adalah mahsyar, yaitu seluruh manusia dari mulai nabi Adam as. sampai manusia terakhir dikumpulkan dalam satu tempat. Di sana manusia dikumpulkan dalam keadaan tidak beralas kaki, telanjang, dan belum dikhitan. Saat itu matahari sangat dekat jaraknya sekitar satu mil, sehingga mengalirlah keringat dari tubuh manusia sesuai dengan amalnya. Ada yang sampai pergelangan kaki, ada yang sampai lutut, ada yang sampai pusar, ada yang sampai dada, bahkan banyak yang tenggelam dengan keringatnya.

Dalam kondisi yang berat ini manusia berbondong-bondong mendatangi para nabi untuk meminta pertolongan dari kesulitan yang maha berat itu. Tetapi semuanya tidak ada yang dapat menolong. Dan terakhir, hanya Rasulullah saw. yang dapat menolong mereka dari kesulitan mahsyar. Rasulullah saw. sujud di haribaan Allah swt. di bawah Arasy dengan memuji-muji-Nya. Kemudian Allah swt. berfirman:
“Tegakkan kepalamu, mintalah niscaya dikabulkan. Mintalah syafaat, pasti diberikan.” Kemudian Rasululullah saw. mengangkat kepalanya dan berkata: “Ya Rabb, umatku.” Dan dikabulkanlah pertolongan tersebut dan selesailah mahsyar untuk kemudian melalui proses berikutnya.

Peristiwa berikutnya adalah hisab (perhitungan amal) dan mizan (timbangan amal) bagi manusia. Ada yang mendapatkan proses hisab dengan cara susah-payah karena dilakukan dengan sangat teliti dan rinci. Sebagian yang lain mendapatkan hisab yang mudah dan hanya sekadar formalitas. Bahkan sebagian kecil dari orang beriman bebas hisab.

Di antara pertanyaan yang akan diberikan pada manusia di hari Hisab terkait dengan masalah prinsip dalam hidupnya. Rasulullah saw. bersabda: “Tidak akan melangkah kaki anak Adam di hari kiamat sehingga ditanya 5 hal di sisi Allah: tentang umurnya untuk apa dihabiskan, tentang masa mudanya untuk apa digunakan, tentang hartanya dari mana mencarinya, dan ke mana menginfakkannya, dan apa yang diamalkan dari ilmunya.” (HR At-Tirmidzi). Di masa ini juga dilakukan proses qishash, orang yang dizhalimi meng-qishash orang yang menzhalimi.

Kejadian selanjutnya manusia harus melalui shirath, yaitu sebuah jembatan yang sangat tipis dan mengerikan karena di bawahnya neraka jahanam. Semua manusia akan melewati jembatan ini dari mulai yang awal sampai yang akhir. Shirath ini lebih tipis dari rambut, lebih tajam dari pedang, dan terdapat banyak kalajengking. Kemampuan manusia melewati jembatan itu sesuai dengan amalnya di dunia. Ada yang lewat dengan cepat seperti kecepatan kilat, ada yang lewat seperti kecepatan angin, ada yang lewat seperti kecepatan burung, tetapi banyak juga yang berjalan merangkak, bahkan mayoritas manusia jatuh ke neraka jahanam.

Bagi orang-orang yang beriman, akan minum telaga Rasulullah saw. yang disebut Al-Kautsar. Rasulullah saw. bersabda: “Telagaku seluas perjalanan sebulan, airnya lebih putih dari susu, aromanya lebih wangi dari misik, dan gayungnya sebanyak bintang di langit. Siapa yang meminumnya, maka tidak akan pernah haus selamanya.” (Muttafaqun ‘alaihi)

Surga dan Neraka
Pada fase yang terakhir dari rihlah manusia di hari akhir adalah sebagian mereka masuk surga dan sebagian masuk neraka. Surga tempat orang-orang bertakwa dan neraka tempat orang-orang kafir. Kedua tempat tersebut sekarang sudah ada dan disediakan. Bahkan, surga sudah rindu pada penghuninya untuk siap menyambut dengan sebaik-baiknya sambutan. Neraka pun sudah rindu dengan penghuninya dan siap menyambut dengan hidangan neraka. Al-Qur’an dan Sunnah telah menceritakan surga dan neraka secara detail. Penyebutan ini agar menjadi pelajaran bagi kehidupan manusia tentang persinggahan akhir yang akan mereka diami.


Orang-orang kafir, baik dari kalangan Yahudi, Nashrani maupun orang-orang musyrik, jika meninggal dunia dan tidak bertobat, maka tempatnya adalah neraka. Neraka yang penuh dengan siksaan. Percikan apinya jika ditaruh di dunia dapat membakar semua penghuni dunia. Minuman penghuni neraka adalah nanah dan makanannya zaqum (buah berduri). Manusia di sana tidak hidup karena penderitaan yang luar biasa, dan juga tidak mati karena jika mati akan hilang penderitaannya. Di neraka manusia itu kekal abadi.

Orang-orang beriman akan mendapatkan surga dan kain sutra karena kesabaran mereka. Dalam surga mereka duduk-duduk bersandar di atas dipan, tidak merasakan panas teriknya matahari dan dingin yang sangat. Mereka dinaungi pohon-pohon surga dan buahnya sangat mudah untuk dipetik. Mereka juga mendapatkan bejana-bejana dari perak dan piala-piala minuman yang sangat bening. Mereka akan minum minuman surga yang rasanya sangat nikmat seperti minuman jahe yang didatangkan dari mata air surga bernama Salsabila. Di surga juga ada banyak sungai yang berisi beraneka macam minuman, sungai mata air yang jernih, sungai susu, sungai khamr, dan sungai madu.

Penghuni surga akan dilayani oleh anak-anak muda yang jika dilihat sangat indah bagaikan mutiara yang bertaburan. Surga yang penuh dengan kenikmatan dan kerajaan yang besar. Orang beriman di surga memakai pakaian sutra halus berwarna hijau dan sutra tebal, juga memakai gelang terbuat dari perak dan emas. Allah swt. memberikan minuman kepada mereka minuman yang bersih.

Dan yang tidak kalah nikmatnya yaitu istri-istri dan bidadari surga. Mereka berwarna putih bersih berseri, bermata bulat, pandangannya pendek, selalu gadis sebaya belum pernah disentuh manusia dan jin. Buah dadanya montok dan segar, tidak mengalami haidh, nifas, dan buang kotoran.

Puncak dari semua kenikmatan di surga adalah melihat sang pencipta Allah yang Maha Indah, Sempurna, dan Perkasa. Sebagaimana manusia dapat melihat bulan secara serentak, begitu juga manusia akan memandang Allah secara serentak.
Indah, mempesona, takzim, dan suci. Allah Akbar.

Allah akan memasukkan hamba–Nya ke dalam surga dengan rahmat-Nya, dan surga adalah puncak dari rahmat-Nya. Allah Ta’ala akan memasukan hamba-Nya ke dalam rahmat (surga) berdasarkan rahmat-Nya juga. Disebutkan dalam hadits shahih: “Sesungguhnya Allah Ta’ala memiliki 100 rahmat. Diturunkan (ke dunia) satu rahmat untuk jin, manusia, dan binatang. Dengan itu mereka saling simpati dan kasih sayang. Dengan satu rahmat itu pula binatang buas menyayangi anaknya. Dan Allah swt. menyimpan 99 rahmat bagi hamba-Nya di hari kiamat.” (Muttafaqun alaihi) .

Maka, sejatinya nikmat surga itu jauh dari apa yang dibayangkan manusia. Rasulullah saw. bersabda: “Allah swt. berkata, “Aku telah siapkan bagi hambaKu yang shalih sesuatu yang belum dilihat mata, belum didengar telinga, dan belum terlintas pada hati manusia” (Muttafaqun ‘alaihi). Apakah kita hanya akan berpuas diri dengan mengejar satu rahmat Allah yang dibagi-bagi untuk seluruh penduduk dunia, sementara kita melalaikan 99 rahmat yang tersisa? Semoga kita termasuk dari sedikit orang yang berpikir. Amin

Related Posts: