Jelang Aksi Bela ISLAM III, Belajar dari Kafilah Ciamis


Ketika semua PO. Bus dilarang membawa peserta aksi, mereka tak patah arang. Semangat mereka tetap membara. Tak ada Bus, maka jalan kaki pun menjadi solusi. Demi membela agama Allah, demi membela Rasullah, demi membela alquran mereka rela berpanas panasan dan bercucuran keringat. Mungkin Pengorbanana mereka akan jauh lebih besar apabila kesabaran mereka para mujahid dari ciawi sudah memuncak bahkan nyawa pun akan di korbankan.

Aksi jalan kaki menuju Jakarta ini membuka mata semua pihak. Membuat tersentak semua orang. Menyadarkan para pembuat kebijakan bahwa ternyata arus itu begitu besar dan tak mungkin dibendung lagi. Bagi pelindung dan pembela si penista Agama tak ada kata yang bisa untuk mengelak dan menutupi nutupi si mulut jamban ini. Bahkan fitnah si penista agama yang begitu keji bahwa para mujahid ini di bayar itu juga harus di proses secara hukum. Bagaimana mereka di bayar dan berapa bayarannya untuk ribuan umat islam yang dengan ikhlas mengeluarkan harta benda sendiri, meninggalkan anak istri demi menjaga dan membela Islam.
 
Setelah kafilah para Mujahid Ciamis itu berangkat, tak berapa lama kemudian Kapolri mencabut larangan PO Bus utk mengangkut para mujahid itu. Sungguh ancaman yang tak membuat gentar para mujahid dari ciamis ini. Jangan di larang menggunakan Bus, Di hadang Tank tank pun insya allah mereka akan melawan.

Kemudian berbagai bus yang tadinya menolak, akhirnya menjemput para peserta aksi damai 212 itu.

Tercatat PO. Budiman, PO Doa Ibu, PO Merdeka, PO Aladin, TNI dll menjemput para peserta aksi itu utk pulang kembali ke Ciamis dulu. Dan sbg bentuk permintaan maaf, mereka berjanji akan mengantarkan para peserta aksi itu ke Jakarta secara gratis. Mereka berencana berangkat ke Jakarta pada hari Kamis siang.

Masya Alloh, kisah yg indah sekali, happy ending....

Ibrah yg sangat berharga. Bahwa kewajiban kita hanyalah berusaha semaksimal mungkin. Perkara hasil, maka Alloh-lah yg menentukan. Usaha kita sementara adalah menunutut agar keadilan tegak di NKRI. Dan Umat Islam sudah berkomitmen tidak ada tempat bagi penista dan penghina agama. Baik itu menistakan agama kristen, budha, hindu dan islam maka wajib untuk di hukum dan di masukan dalam penjara.

Semoga pahala senantiasa terlimpah mengalir untuk para kafilah Ciamis. Berkat perjuangan mereka, akhirnya daerah lain bisa menggunakan bus, alhamdulillah....

Intanshurulloha yansurkum wayutsabit aqdamakum.
Jika engkau menolong agama Alloh, niscaya Alloh akan menolongmu. Dan akan meneguhkan kedudukanmu di muka bumi.

Related Posts:

0 Response to "Jelang Aksi Bela ISLAM III, Belajar dari Kafilah Ciamis"

Post a Comment

Terima kasih anda telah berkunjung disini, dan Mohon maaf atas segala kekurangannya, Semoga kesuksesan akan selalu bersama anda