Hukum mengucapkan Selamat natal, Simak tulisan ini

*"🎎😘.SILAHKAN YANG MAU UCAPKAN SELAMAT NATAL.🎭😉"*
(Oleh : Ust.Yusuf Mansur)
Bertahun-tahun biasanya kujawab secara offline tentang 25 Desember dan 1 Januari...
Karena menghargai beberapa relasiku yang berprofesi sebagai misionaris...
Mereka tahu dakwahku tapi kami saling menghargai...
Mohon maaf setulusnya, bila tulisan ini akan tidak disukai sebagian dari sahabat-sahabat muslim...tapi sudah saatnya harus dijelaskan terbuka secara ilmu ke-TAUHID-an..

Membaca berita seorang muslim modern menantang *Ustadz  Yusuf Mansur* (Official) untuk menunjukan dalil pelarangan mengucapkan SELAMAT NATAL...
Berharap tulisan ini bukan hanya menjawab tantangannya, tetapi untuk diketahui saudaraku muslimin dan muslimat *yang tidak ingin syahadatnya gugur..*

Kupasan berdasarkan ilmu TAUHID...
🗣Bila kita mengucapkan...
... kalimat *SELAMAT ULANG TAHUN* kepada seseorang, berarti *kita mengakui*  bahwa dia lahir di tanggal itu..

🗣Bila kita mengucapkan...
...kalimat *SELAMAT ATAS PELANTIKAN JABATAN,* berarti kita mengakui *dirinya sebagai pejabat baru...*

🗣Bila kita mengucapkan...
...kalimat *SELAMAT ATAS KEMENANGAN PERTANDINGAN,* berarti kita *mengakui lawan sebagai pemenang...*

Ternyata kata *SELAMAT* bermakna *PENGAKUAN*

Kalau banyak pertanyaan, bukankah mengucapkan *SELAMAT NATAL* hanya merupakan sebuah *ucapan* saja...

*⚠Wahai saudaraku,❗*
...Seorang muslim dinilai dari *ucapannya...*

Bukankah *SYAHADAT* juga hanya *UCAPAN..?*
..tapi mengapa setelah berucap *SYAHADAT* ...seseorang menjadi  *muslim...?*

Bukankah *BISMILLAH* juga *hanya UCAPAN..?*
..tapi mengapa hewan yang disembelih *tanpa mengucap BISMILLAAH, dagingnya haram* dimakan...?

Bukankah *AQAD NIKAH* juga hanya  *UCAPAN..?*
..tapi mengapa *setelah diucapkan, suami halal menggauli istri* ...

Bukankah kata CERAI juga hanya UCAPAN..?
..tapi mengapa bila suami mengucapkan kata ini terhadap istrinya baik secara bercanda maupun tidak, maka akan jatuh hukum CERAI bagi istrinya...

Saat kita mengucapkan SELAMAT NATAL dan TAHUN BARU, atau hari raya agama lain, disitulah awal kita MENGAKUI keberadan Tuhan lain yang berarti kita mengakui adanya beberapa Tuhan.
Berarti sudah tidak sesuai dengan SYAHADAT yang diucapkan dan Surat Al Ikhlas ayat 1 serta beberapa ayat lainnya.
Padahal meng-ingkari 1 AYAT QUR'AN saja...sudah dikategorikan sebagai orang kafir yang sebenar-benarnya...

"Merekalah orang-orang yang kafir sebenar-benarnya..."
[ Qur'an Surat An Nisa (4) ayat 151 ]

Inilah ayat-ayat yang menegaskan TERHAPUSNYA SYAHADAT yang pernah diucapkan dikarenakan ucapan selamat hari raya umat lain...

Sesungguhnya telah KAFIR lah orang-orang yang berkata/mengakui, "Sesungguhnya ALLAH ialah Al Masih putra Maryam, padahal Al Masih sendiri berkata " Hai Bani Israil, sembahlah ALLAH Tuhan-ku dan Tuhan-mu..."
[ Qur'an Surat Al Maidah (5) ayat 72 ]

"...Janganlah kamu mengatakan TUHAN itu tiga, berhentilah dari ucapan itu. Itu lebih baik bagimu. Sesungguhnya ALLAH Tuhan yang Maha Esa. Maha Suci ALLAH dari mempunyai anak..."
[ Qur'an Surat An Nisa (4) ayat 171 ]

"Dan mereka berkata, "Tuhan yang maha pemurah mempunyai anak". Sesungguhnya kamu telah mendatangkan sesuatu perkara yang sangat MUNKAR"
[ Qur'an Surat Maryam (19) ayat 88-89 ]

Saudaraku umat Nasrani dan para pendeta,
Perbedaan kita hanya pada nabi Isa, padahal bagi kami Nabi Isa adalah salah satu Rasul yang utama.
Maafkan jika menyinggung hati, tapi sungguh telah terbukti dalam Sejarah, bahwa tanggal 25 Desember itu hari kelahiran Janus dan Mitra, Sang Dewa Matahari.
Bunda Maryam melahirkan Nabi Isa disaat pohon kurma berbuah, yang berarti disaat musim panas tetapi 25 Desember adalah musim dingin...

Wahai para pendeta dan missionaris...
Kamipun meng-imani Injil yang diturunkan kepada Nabi Isa...
Bahkan Nabi kami, Muhammad memiliki paman dari istri yang seorang pendeta  nasrani bernama Waraqah...
Jadi Islam sangat paham bagaimana toleransi yang benar...

Wahai para penganut nasrani.
Silakan saja rayakan natal sesuai keyakinan...
Karena bagi kami..."UNTUKMULAH AGAMAMU dan UNTUKULLAH AGAMAKU"

Tapi tegas kusampaikan.
Jangan paksa pegawai muslim berpakaian santa.
Sebagaimana kami tidak pernah pula memaksa para misionaris menggunakan peci dan sorban disaat Iedul Fitri...

Jangan paksa undang pejabat muslim hadiri natal di gereja...
Sebagaimana kami tidak pernah memaksa para pendeta hadir pada Sholat Iedul Fitri...

🤗Saudaraku umat muslim,
*Silakan saja ucapkan SELAMAT NATAL* ..
Silakan saja gunakan topi Santa...

*⚠Tapi jangan menyesal ...*
👌🏼bila sholat kita batal.
👌🏼mati pun bukan sebagai muslim
*Karena SYAHADAT KITA SUDAH GUGUR...*

🙏🏼Saudaraku,
📖Kajilah Qur'an......karena semua pertanyaan hidup sudah ada jawabannya didalam.

Kalau penjelasan panjang ini masih meragukan hati...
Periksa saja SHOLAT SHUBUH kita, apakah sudah berjama'ah di masjid setiap hari..?

Semoga bermanfaat.

Wassalamu'alaykum..

Sebarkan Status Ini...! Ini Merupakan Kepedulian Kita akan aqidah Ummat Islam..!

Membagikan = Peduli
Tidak Membagikan =  Tidak Peduli

Salam #Tauhid

Related Posts:

Kisah sabahat umar dan persaudaraan kaum muslim

Sahabat umar adalah salah satu sahabat terbaik yang dimikiki oleh nabi Muhammad Saw. Ketegasan dan berlaku adilnya beliau menjadikan beliau salah satu pemimpin terbaik setelah sahabat abu bakar. Banyak kisah kisah tentang kepribadian yang baik dan bisa di jadikan suri tauladan. Sahabat umar yang terkenal galak dan tak pernah ragu ragu dalam mengambil sebuah keputusan. Pada akhirnya harus berfikir dua kali atas sebuah kejadian yang di ceritakan di bawah ini.

Suatu hari, Umar sedang duduk di bawah pohon kurma dekat Masjid Nabawi. Di sekelilingnya, para sahabat sedang asyik mendiskusikan sesuatu. Rutinias seperti inilah yang sering di gunakan oleh sahabat umar ra untuk mengetahui permasalahan permasalahan umat dan kaum muslimin.  Disaat sedang berdiskusi asik asiknya lalu.

Tiba-tiba datanglah 3 orang pemuda. Dua pemuda memegangi seorang pemuda lusuh yang diapit oleh mereka. Mereka berdua harus memegang kedua tangan pemuda lusuh agar segera menghadap sahabat umar ra.

Ketika sudah berhadapan dengan Umar, kedua pemuda yang ternyata kakak beradik itu berkata :
"Tegakkanlah keadilan untuk kami, wahai Amirul Mukminin!" dengan berkata lantang salah satu kakak adik ini berkata

"Qishashlah pembunuh ayah kami sebagai had atas kejahatan pemuda ini !". Saudara yang satunya lagi seakan menegaskan bahwa mereka berdua sedang dirundung masalah dan harus meminta pertanggung jawaban atas yang telah berlangsung dengan meninggalnya di bacok petani tetangga sebelah.

Umar segera bangkit dan berkata :
"Bertakwalah kepada Allah, benarkah engkau membunuh ayah mereka, wahai anak muda?"

Pemuda lusuh itu menunduk sesal dan berkata :
"Benar, wahai Amirul Mukminin."

"Ceritakanlah kepada kami kejadiannya.", tukas Umar.

Pemuda lusuh itu kemudian memulai ceritanya :

"Aku datang dari pedalaman yang jauh, kaumku memercayakan aku untuk suatu urusan muammalah untuk kuselesaikan di kota ini. Sesampainya aku di kota ini, ku ikat untaku pada sebuah pohon kurma lalu kutinggalkan dia (unta). Begitu kembali, aku sangat terkejut melihat seorang laki-laki tua sedang menyembelih untaku, rupanya untaku terlepas dan merusak kebun yang menjadi milik laki-laki tua itu. Sungguh, aku sangat marah, segera ku cabut pedangku dan kubunuh ia (lelaki tua tadi). Ternyata ia adalah ayah dari kedua pemuda ini."

"Wahai, Amirul Mukminin, kau telah mendengar ceritanya, kami bisa mendatangkan saksi untuk itu.", sambung pemuda yang ayahnya terbunuh.

"Tegakkanlah had Allah atasnya!" timpal yang lain.

Umar tertegun dan bimbang mendengar cerita si pemuda lusuh.

"Sesungguhnya yang kalian tuntut ini pemuda shalih lagi baik budinya. Dia membunuh ayah kalian karena khilaf kemarahan sesaat", ujarnya.

"Izinkan aku, meminta kalian berdua memaafkannya dan akulah yang akan membayarkan diyat (tebusan) atas kematian ayahmu", lanjut Umar.

"Maaf Amirul Mukminin," sergah kedua pemuda masih dengan mata marah menyala,

"Kami sangat menyayangi ayah kami, dan kami tidak akan ridha jika jiwa belum dibalas dengan jiwa".

Umar semakin bimbang, di hatinya telah tumbuh simpati kepada si pemuda lusuh yang dinilainya amanah, jujur, dan bertanggung jawab.

Tiba-tiba si pemuda lusuh berkata :
"Wahai Amirul Mukminin, tegakkanlah hukum Allah, laksanakanlah qishash atasku. Aku ridha dengan ketentuan Allah", ujarnya dengan tegas.

"Namun, izinkan aku menyelesaikan dulu urusan kaumku. Berilah aku tangguh 3 hari. Aku akan kembali untuk diqishash".

"Mana bisa begitu?", ujar kedua pemuda yang ayahnya terbunuh.

"Nak, tak punyakah kau kerabat atau kenalan untuk mengurus urusanmu?", tanya Umar.

"Sayangnya tidak ada, Amirul Mukminin".
"Bagaimana pendapatmu jika aku mati membawa hutang pertanggung jawaban kaumku bersamaku?", pemuda lusuh balik bertanya kepada Umar.

"Baik, aku akan memberimu waktu tiga hari. Tapi harus ada yang mau menjaminmu, agar kamu kembali untuk menepati janji." kata Umar.

"Aku tidak memiliki seorang kerabatpun di sini. Hanya Allah, hanya Allah-lah penjaminku wahai orang-orang beriman", rajuknya.

Tiba-tiba dari belakang kerumunan terdengar suara lantang :
"Jadikan aku penjaminnya, wahai Amirul Mukminin".

Ternyata Salman al-Farisi yang berkata.

"Salman?" hardik Umar marah.
"Kau belum mengenal pemuda ini, Demi Allah, jangan main-main dengan urusan ini".

"Perkenalanku dengannya sama dengan perkenalanmu dengannya, yaa, Umar. Dan aku mempercayainya sebagaimana engkau percaya padanya", jawab Salman tenang.

Akhirnya dengan berat hati, Umar mengizinkan Salman menjadi penjamin si pemuda lusuh. Pemuda itu pun pergi mengurus urusannya.

Hari pertama berakhir tanpa ada tanda-tanda kedatangan si pemuda lusuh. Begitupun hari kedua. Orang-orang mulai bertanya-tanya apakah si pemuda akan kembali. Karena mudah saja jika si pemuda itu menghilang ke negeri yang jauh.

Hari ketiga pun tiba. Orang-orang mulai meragukan kedatangan si pemuda, dan mereka mulai mengkhawatirkan nasib Salman, salah satu sahabat Rasulullah S.A.W. yang paling utama.

Matahari hampir tenggelam, hari mulai berakhir, orang-orang berkumpul untuk menunggu kedatan
gan si pemuda lusuh. Umar berjalan mondar-mandir menunjukkan kegelisahannya. Kedua pemuda yang menjadi penggugat kecewa karena keingkaran janji si pemuda lusuh.

Akhirnya tiba waktunya penqishashan. Salman dengan tenang dan penuh ketawakkalan berjalan menuju tempat eksekusi. Hadirin mulai terisak, karena menyaksikan orang hebat seperti Salman akan dikorbankan.

Tiba-tiba di kejauhan ada sesosok bayangan berlari terseok-seok, jatuh, bangkit, kembali jatuh, lalu bangkit kembali.

”Itu dia!” teriak Umar.
“Dia datang menepati janjinya!”.

Dengan tubuhnya bersimbah peluh dan nafas tersengal-sengal, si pemuda itu ambruk di pangkuan Umar.

”Hh..hh.. maafkan.. maafkan.. aku, wahai Amirul Mukminin..” ujarnya dengan susah payah,
“Tak kukira... urusan kaumku... menyita... banyak... waktu...”.
”Kupacu... tungganganku... tanpa henti, hingga... ia sekarat di gurun... Terpaksa... kutinggalkan... lalu aku berlari dari sana..”

”Demi Allah”, ujar Umar menenanginya dan memberinya minum,

“Mengapa kau susah payah kembali? Padahal kau bisa saja kabur dan menghilang?” tanya Umar.

”Aku kembali agar jangan sampai ada yang mengatakan... di kalangan Muslimin... tak ada lagi ksatria... menepati janji...” jawab si pemuda lusuh sambil tersenyum.

Mata Umar berkaca-kaca, sambil menahan haru, lalu ia bertanya :
“Lalu kau, Salman, mengapa mau- maunya kau menjamin orang yang baru saja kau kenal?"

Kemudian Salman menjawab :
" Agar jangan sampai dikatakan, dikalangan Muslimin, tidak ada lagi rasa saling percaya dan mau menanggung beban saudaranya”.

Hadirin mulai banyak yang menahan tangis haru dengan kejadian itu.

”Allahu Akbar!”, Tiba-tiba kedua pemuda penggugat berteriak.

“Saksikanlah wahai kaum Muslimin, bahwa kami telah memaafkan saudara kami itu”.

Semua orang tersentak kaget.

“Kalian...” ujar Umar.
“Apa maksudnya ini? Mengapa kalian..?” Umar semakin haru.

Kemudian dua pemuda menjawab dengan membahana :
”Agar jangan sampai dikatakan, di kalangan Muslimin tidak ada lagi orang yang mau memberi maaf dan sayang kepada saudaranya”.

”Allahu Akbar!” teriak hadirin.

Pecahlah tangis bahagia, haru dan sukacita oleh semua orang.
MasyaAllah..., saya bangga menjadi muslim bersama kita ksatria-ksatria muslim yang memuliakan al islam dengan berbagi pesan nasehatnya untuk berada dijalan-Nya..
Allahu Akbar .

*SILAHKAN DI BAGIKAN, JANGAN SAMPAI KISAH MULIA INI TERPUTUS DITANGAN ANDA ... !*

Related Posts:

Kisah Nabi Huud as

Setelah kita sudah membaca tentang kisah nabi sebelumnya maka untuk postingan kesempatan ini masih kembali bercerita soal kisah para nabi dan rosul. Dan untuk kesempatan ini kita bercerita lagi soal sejarah nabi, baiklah kita lanjut.

Kisah Nabi Huud as
"Aad" adalah nama bapa suatu suku yang hidup di jazirah Arab di suatu tempat bernama "Al-Ahqaf" terletak di utara

Related Posts:

Tangisan Ahok


kenapa engkau menangis di hadapan hakim pengadilan bukankah di belakangmu orang orang kuat di negeri ini.Bahkan di belakang mu ada berbagai kekuatan kekuatan yang selama ini menjadikan diri mu sombong tak berujung.

ingatkah kau kepada ribuan ibu2 bapak2 tua renta beserta keluarganya bertahun2 lahir dan besar di tanah itu, Ingatkah dengan bangga kau mengusir dan menggusur mereka tanpa memberikan solusi dan ganti rugi.

engkau gusur dan kau campakkan dengan dalih ini tanah negara padahal mereka juga warga negara ini ,Padahak mereka juga bisa di tata dan di berikana jalan keluar. Tapi engkau usir dan suruh mereka untuk tinggal di rumah susun yang kau buat dengan harga sewa yang semakin hari semakin membuat mereka tak sanggup untuk membayarnya.

engkau caci maki banyak orang dengan segala tingkah kesombonganmu. Kata serapah dan kata kata kotor keluar dari mulut mu yang bau dan penuh najis. Kini kesombongan mu di uraikan dengan airmata yang tiada guna. Kini kesombonganmu yang menjadikan dirimu hina, dan kini kesombongan mu yang akan menjadikan nusantara kembali jaya dengan bersatunya umat islam.

air mata kepalsuan yang lahir dari ketidak tulusan hati dan keburukan akhlak ......tiada maaf bagimu ahok.. kau harus mendekam dipenjara bersama kecoak2 yg menemanimu. Kini saatnya penguasa zalim dan anarkis di hinakan dengan menyandang status si penista agama.

Related Posts:

Berkah Penuntut Ilmu

Kemahiran Ketrampilan dan Totalitas setan atau Iblis dalam menjerumuskan dan menggoda manusia menjadikan mereka mereka banyak trik, cara dan senjata. Liciknya mereka adalah senjata paling canggih yang di pergunakian Iblis atau setan. Senjata mereka di rancang dan di rencanakan disesuaikan dengan tingkat keimanan seseorang. Akibatnya banyak manusia yang terdiri dari berbagai golongan, kalangan, uisia dengan mudah terjebak dan termakan rayuan dan bujukan setan dengan variasi senjatanya.

Lihatlah berapa banyak maksiat dan perbuatan dosa yang di lakukan justru oleh orang orang yang mempunyai banyak Ilmu, Bahkan banyak juga yang mempunyai Ilmu agama ikut terjerumus dan masuk dalam kubangan dosa. Hal ini disebabkan oleh lihai dan cerdiknya setan atau iblis dalam mempergunakan senjata senjatanya untuk menyerang kelemahan ikan, Setan dan iblis telah membungkus perbuatan perbuatan maksiat tersebut dengan rapi, indah, menggiurkan dan terencana. Hingga hampir tak ada lagi satu bentuk atau wujud dari kemaksiatan tersebut setelah di permak habis oleh Setan dan sekutunya. Hingga mata manusia pun di buatnya buta, telinga tak bisa mendengar dan hati sudah tak bisa merasa. Kadang pula logika logika kita telah mendustakan realita kebenaran kebenaran  dimana yang dusta di anggap benar dan yang benar dianggap dusta.

Ironisnya, Suatu saat nanti ketika manusia yang terkena bujuk rayu setan itu mengingkan dan menuntut apa yang telah dijanjikan setan tersebut kepadanya, dengan sombong setan akan menghinakan pengikutnya dan merasa tidak bersalah.

Karenannya, Berkahnya sebuah usaha mencari ilmu bukan diukur dari seberapa banyak orang mampu memahami ilmu ilmu yangdipelajarinya.Tetapi sejauh mana seseorang memahami hakikat sebuah ilmu kemudian mengaflikasinya.


Related Posts:

Kebakaran Israel Patut Untuk Di Rayakan

Bismillahirahmannirrohim
Allah berfirman yang artinya " Dan di hari itu, bergembiralah orang orang mukmin. Karena pertolongan ALLAH. Dia menolong siapa yang di kehendaki-Nya. Dan Dialah maha perkasa lagi maha penyayang " (QS. Ar-ruum : 4- 5 ).

Kaum Muslimin layak bergembira dengan bencana dan azab yang telah di berikan Allah kepada negeri zionis, negeri laknatullah dan negeri penyiksa saudara kita di palestina. Ini bukan hanya sekedar kegembiraan yang wajar di lakukan oleh manusia tetapi ini adalah suatu kebahagian yang benar dan sejalan dengan syariat atau perintah allah. Karena Turnnya Azab Allah atas dasar keadilan. Sebab Allah mustahil berbuat zalim terhadap Mahluk - Nya. Dan kebakaran di Israel setidaknya menjadikan bangsa ini sengsara dan penuh derita.

Sudah memasuki minggu ke dua kebakaran negeri zionis ini tanpa adanya pemberitaan dari media media. Karena media tahu apabila kebakaran tersebut di tayangkan maka bisa dipastikan bahwa Israel sesungguhnya adalah negara yang lemah. Dan dengan sikap yang baik palestina yang selama ini teraniaya juga ikut membantu memadamkan api yang sudah seperti neraka di israel.

Palestina sudah membuktikan diri bahwa Islam adalah agama damai dan islam adalah agama penolong. Walau terjajah oleh Israel tetapi Palestina masih bisa berjuang dan merdeka. Kebahagian kebahagian atas kebakaran di wilayah Israel setidaknya menjadi trending topik dengan hastag #IsraelBurning. Bahkan komentar komentar para netizen sangat berharap agar kebakaran itu bisa melenyapkan dan menghilangkan negara israel untuk selamanya.

Kebakaran hebat yang di mulai dari terbakarnya hutan kini bisa meluluhlantakan gedung dan rumah rumah warga Israel.Kuatnya angin dan minimnya curah hujan menjadikan kebakaran tersebut semakin menjadi jadi. Dan bisa di pastikan apabila israel tidak di bantu negara seperti Palestina dan Turki di pastikan Israel akan lenyap oleh kebakaran tersebut. Ketika ALLAH berkehendak menghanguskan negara yahudi ini maka tidak ada yang bisa menghentikan- Nya.

Kebakaran Hebat ini terjadi setelah Israel melarang adanya Adzan di masjidil AQSO dan akan mendenda setiap masjid yang mengumandangkan adzan dengan besarnya denda 200 dollar setiap Adzan yang di kumandangkan. Semoga kebakaran ini akan terus berlangsung di negeri zionis ini. AMIN

Related Posts: